Rabu, 15 Juni 2016

Informasi Beasiswa DataPrint 2016

Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun keenam. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2015, DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi pengguna DataPrint.

Di tahun 2016, sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi, dan keaktifan peserta.

Di tahun 2016 ini  ada hadiah khusus juga untuk 3 orang peserta yang paling banyak merekomendasikan program beasiswa DataPrint ini ke teman-temannya. Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi.

Pendaftaran periode 1  : 27 Januari – 20 Juni 2016
Pengumuman                   : 28 Juni 2016
Pendaftaran periode 2  : 1 Juli – 25 Desember 2016
Pengumuman                   : 5 Januari 2017



PERIODE
JUMLAH PENERIMA BEASISWA
@ Rp 1.000.000
@ Rp 500.000
@ Rp 250.000
Periode 1
50 orang
50 orang
150 orang
Periode 2
50 orang
50 orang
150 orang

Jumat, 25 Desember 2015

Informasi Beasiswa DataPrint 2015



Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun kelima. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2014, DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.

Di tahun 2015 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint. Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi, dan keaktifan peserta.

Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi.

Pendaftaran periode 1 : 10 Februari – 30 Juni 2015
Pengumuman                : 10 Juli 2015

Pendaftaran periode 2   : 1 Juli – 25 Desember 2015
Pengumuman                : 13 Januari 2016


PERIODE
JUMLAH PENERIMA BEASISWA
@ Rp 1.000.000
@ Rp 500.000
@ Rp 250.000
Periode 1
50 orang
50 orang
150 orang
Periode 2
50 orang
50 orang
150 orang

Minggu, 26 Juli 2015

Drama

Saat ini banyak yang suka menonton drama. Alangkah lebih baik sebagai pecinta drama mengetahui langkah-langkah pementasan drama dan aspek-aspek drama tersebut. Maka dari itu, di looktoismifa.blogspot.com ini akan dibahas mengenai drama. J

Drama adalah karya sastra yang menggambarkan kehidupan dengan menyampaikan persoalan melalui lakuan dan dialog yang memiliki bagian untuk diperankan. Unsur-unsur drama yaitu tema, alur, penokohan (protagonis, antagonis, tirtagonis), latar, dialog, perlengkapan, dan amanat.

Aspek-aspek drama:
ü Aspek cerita, mengungkapkan peristiwa yang dialami pelaku
ü Aspek pementasan, pertunjukan di atas panggung

Macam-macam drama:
·      Tragedi, yaitu drama duka yang pelakunya terlibat pertikaian serius
·      Melodrama, yaitu drama dengan lakon yang sentimental
·      Komedi, yaitu drama dengan lakon yang menghibur dengan sindiran
·      Force, yaitu drama jenaka yang mengutamakan kelucuan
·      Satire, yaitu drama kritik yang berisi kelucuan hidup

Langkah-langkah pementasan drama:
Ø Menyusun naskah
Ø Pembedahan bersama isi naskah
Ø Calon pemain membaca keseluruhan naskah
Ø Pemilihan peran
Ø Mendalami peran yang akan dimainkan
Ø Mengatur sistem pentas
Ø Pemain melakukan latihan
Ø Gladi resik
Ø Pementasan

Ha-hal yang harus diperhatikan saat pemilihan pemain, yaitu kemampuan dan kesanggupan calon pemain, kesesuaian postur tubuh, tipe gerak, dan suara. Hal-hal yang harus dipahami saat menghayati watak, yaitu pahami ciri fisik tokoh, ciri sosial, nonfisik, dan perilaku.


Alat-alat ekspresi drama:
v  Lafal, yaitu cara pengucapan bunyi bahasa
v  Intonasi, yaitu tinggi rendahnya suara nada
v  Nada atau tekanan, yaitu keras lemahnya pengucapan kata atau kalimat
v  Mimik dan gerak-gerik


Hal-hal yang penting dalam naskah drama:
o   Babak, yaitu bagian yang merangkum semua peristiwa pada suatu tempat dalam urutan waktu tertentu
o   Adegan, yaitu bagian dari babak yang batasnya ditentukan perubahan peristiwa
o   Dialog, yaitu percakapan antar tokoh
o   Petunjuk pengarang, yaitu penjelasan cerita pada pembaca atau kru pentas
o   Prolog, yaitu kata-kata pendahuluan agar penonton mempunyai gambaran
o   Epilog, yaitu kata-kata yang diucapkan ketika drama selesai yang berisi amanat

Fungsi dialog:
§  Melukiskan watak tokoh cerita
§  Mengembangkan plot untuk menjelaskan isi cerita
§  Memberi isyarat peristiwa yang mendahuluinya
§  Memberi isyarat peristiwa yang akan dating
§  Memberi komentar terhadap drama

Segitu ulasan mengenai drama dari looktoismifa.blogspot.com. Semoga bermanfaat, terutama saat


akan melakukan suatu drama. :)

ASEAN dan Indonesia

Association of Southeast Asian Nations atau disingkat ASEAN adalah persatuan negara-negara Asia
Tenggara yang merupakan tempat terjalinnya hubungan internasional. looktoismifa.blogspot.comakan membahas mengenai bagaimana ASEAN dan hubungannya dengan negara kita, Indonesia.

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN didirikan oleh lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Menteri-menteri luar negeri yang menandatangani Deklarasi Bangkok adalah Adam Malik (Indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), Narciso R. Ramos (Filipina), Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).
                Terbentuknya ASEAN ada yang dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terbentuknya ASEAN yaitu adanya tekad bersatu memperjuangkan kepentingan bersama, yang sama-sama bekas negara jajahan barat. Faktor eksternal terbentuknya ASEAN yaitu adanya perang Vietnam dan sikap RRC ingin mendominasi Asia Tenggara.
                Asas ASEAN yaitu asas keanggotaan terbuka bagi Asia Tenggara.

Prinsip ASEAN:
Ø  Saling menghormati kemerdekaan
Ø  Mengakui hak setiap bangsa
Ø  Tidak saling turut campur urusan dalam negeri
Ø  Penyelesaian sengketa secara damai
Ø  Tidak mempergunakan ancaman militer
Ø  Menjalankan kerja sama secara efektif antar anggota

Tujuan ASEAN:
ü  Mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial
ü  Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
ü  Meningkatkan kerja sama yang aktif di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan
ü  Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana latihan
ü  Meningkatkan pertanian, industri, taraf hidup
ü  Memelihara kerja sama erat dengan organisasi internasional dan regional

Struktur Organisasi ASEAN:
Sebelum KTT Bali 1976
1.       ASEAN Ministerial Meeting
2.       Standing Comitee
3.       Komite tetap dan khusus
4.       Sekertariat nasional ASEAN di setiap ibu kota negara ASEAN

Setelah KTT Bali 1976
1.       Summit Meeting
2.       ASEAN Ministerial Meeting
3.       Sidang menteri non-ekonomi
4.       Standing Comitee
5.       Komite-komite


KTT ASEAN
                Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN atau disingkat KTT ASEAN adalah konferensi puncak antara pemimpin negara anggota ASEAN. Sejak dibentuk ASEAN pada 1967 telah berlangsung KTT resmi, KTT tidak resmi, dan KTT luar biasa.


Hubungan Indonesia dengan ASEAN
                Indonesia merupakan pendiri ASEAN pada 8 Agustus 1967 di Bangkok bersama Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Indonesia pernah menjadi tempat diadakannya KTT ASEAN, yaitu pada:
o   KTT Resmi ke-1 di Bali, tanggal 23-24 Februari 1976
o   KTT Resmi ke-9 di Bali, tanggal 7-8 Oktober 2003
o   KTT Resmi ke-18 di Jakarta, tanggal 4-8 Mei 2011
o   KTT Resmi ke-19 di Bali, tanggal 17-19 November 2011
o   KTT Tidak Resmi ke-1 di Jakarta, tanggal 30 November 1996
o   KTT Luar Biasa di Jakarta, tanggal 6 Januari 2005

Indonesia juga merupakan salah satu pendiri AFTA (ASEAN Free Trade Area) yang merupakan
kawasan perdagangan bebas ASEAN. AFTA disepakati pada 28 Januari 1992 saat KTT ASEAN ke-4 di Singapura oleh Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.


Sekian mengenai ASEAN dan hubungannya dengan Indonesia dari looktoismifa.blogspot.com.

PBB dan Indonesia

Hubungan internasional sangatlah penting bagi kemajuan suatu negara. Perserikatan Bangsa
Bangsa atau disingkat PBB adalah suatu organisasi internasional yang menjadi tempat bagi terbentuknya hubungan internasional antar negara di dunia. looktoismifa.blogspot.com akan membahas mengenai bagaimana PBB dan hubungannya dengan negara kita ini, Indonesia.

PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) adalah suatu organisasi internasional yang anggotanya hampir
seluruh Negara di dunia (United Nations). PBB dibentuk untuk memfasilitasi hukum internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial. PBB didirikan pada 24 Oktober 1945 yang bermarkas di New York City, Amerika Serikat.

Tujuan PBB:
Ø  Memelihara perdamaian dan keamanan internasional
Ø  Mengembangkan hubungan persaudaraan antar bangsa
Ø  Menciptakan kerja sama dalam memecahkan masalah internasional
Ø  Menjadikan PBB sebagai pusat usaha dalam mewujudkan tujuan bersama cita-cita di atas

Asas PBB:
ü  Berdasarkan persamaan kedaulatan dari semua anggotanya
ü  Semua anggota harus memenuhi dengan ikhlas kewajiban mereka sebagaimana tercantum dalam piagam PBB
ü  Semua anggota harus menyelesaikan persengketaan internasional dengan damai
ü  Dalam hubungan internasional semua anggota harus menjauhi penggunaan ancaman atau kekerasan terhadap orang lain

Struktur Organisasi PBB:
1.       Majelis Umum
Berhubungan dengan perdamaian, keamanan, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
2.       Dewan Keamanan
Menjaga kedamaian serta keamanan.
3.       Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC)
Bertanggung jawab dalam kegiatan ekonomi dan sosial.
4.       Dewan Perwalian
Mengusahakan kemajuan penduduk daerah perwalian untuk mencapai kemerdekaannya.
5.       Mahkamah Internasional
Memeriksa perselisihan atau sengketa antarnegara.
6.       Sekertariat
Menyediakan penelitian, informasi, serta fasilitas yang dibutuhkan untuk rapat PBB.

Hubungan Indonesia dengan PBB
                Indonesia telah menjadi anggota PBB yang ke-60 pada 28 September 1950. Kemudian keluar pada 7 Januari 1965 dan masuk lagi pada 28 September 1966. Indonesia memiliki perwakilan tetap untuk PBB di New York dan organisasi internasional lainnya di Jenewa. Misi di New York dikepalai oleh wakil tetap, sedangkan misi di Jenewa dikepalai duta besar.
                Wakil tetap untuk PBB pertama dari Indonesia yaitu Lambertus Nicodemus Palar. Ia berperan penting dalam mencari dukungan pengakuan internasional tentang kedaulatan Indonesia pada masa sulit dengan Belanda tahun 1947, saat Indonesia memiliki status pengamat dalam Majelis Umum PBB.


Sekian mengenai PBB dan hubungannya dengan Indonesia dari looktoismifa.blogspot.com.

Hukum Internasional

Hubungan internasional sangatlah penting bagi kemajuan suatu negara. Dalam menjalin hubungan
internasional tersebut diperlukan hukum yang mengaturnya, yaitu hukum internasional. looktoismifa.blogspot.com akan membahas mengenai hukum internasional dan hubungannya dengan hukum nasional.

                Hukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktifitas berskala internasional. Pemahaman hukum internasional dibedakan menjadi hukum perdata dan hukum pidana. Hukum perdata internasional mengatur hubungan hukum antarwarga negara suatu negara dan warga negara dari negara lain. Hukum pidana internasional mengatur negara yang satu dan negara lain dalam hubungan internasional.

Hukum internasional dibagi menjadi:
a.       Hukum tertulis
ü  Ruang lingkupnya berlaku untuk perjanjian antarnegara
ü  Menghasilkan perjanjian tertulis yang dikenal Vienna Convention on the Law of Treaties
ü  Hukum tertulis tunduk pada ketentuan hukum kebiasaan internasional dan yurisprudensi atau prinsip-prinsip hukum
b.      Hukum tidak tertulis
ü  Masih terdapat hukum kebiasaan internasional yang ruang lingkupnya hanya untuk perjanjian antarnegara
ü  Perjanjian antarnegara dengan subjek hukum lain memilik aturan tersendiri

Asas-asas Hukum Internasional:
o   Asas teritorial, didasarkan pada kekuasaan negara atas daerahnya
o   Asas kebangsaan, didasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya
o   Asas kepentingan umum, didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi masyarakatnya

Subjek Hukum Internasional:
1.       Negara
2.       Takhta suci (vatikan)
3.       Palang Merah Internasional
4.       Organisasi internasional
5.       Orang perseorangan
6.       Pemberontak dan pihak dalam sengketa

Hubungan Hukum Internasional dan Hukum Nasional
                Terdapat dua aliran mengenai hubungan hukum internasional dan hukum nasional, yaitu:
1)      Aliran monoisme, semua hukum merupakan satu kesatuan sebab subjek hukumnya sama dan kekuatan mengikatnya sama
2)      Aliran dualisme, hukum internasional dan hukum nasional merupakan sistem terpisah sebab sumber hukumnya berbeda, perbedaan subjek hukum, dan perbedaan kekuatan hukum


Proses Ratifikasi Hukum Internasional menjadi Hukum Nasional
1.       Pengesahan dengan undang-undang, apabila berkenaan dengan masalah politik, perubahan wilayah, kedaulatan negara, hak asasi manusia dan lingkungan, pembentukan kaidah hukum baru, serta pinjaman atau hibah luar negeri
2.       Pengesahan dengan keputusan Presiden, apabila perjanjian yang memiliki materi yang bersifat procedural dan memerlukan penerapan dalam waktu singkat, tanpa memengaruhi peraturan perundang-undangan nasional


Sekian mengenai hukum internasional dan hubungannya dengan hukum nasional dari looktoismifa.blogspot.com.

Rabu, 31 Desember 2014

Paragraf Deduktif dan Induktif

Sebelum kita membahas mengenai paragraf deduktif dan induktif, kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian paragraf. Paragraf itu sendiri adalah begian dari wacana yang berupa kumpulan kalimat, yang penulisannya dimulai dengan menjorok ke sebelah kanan.

 A.      Paragraf deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf.
Ciri-ciri paragraf deduktif, yaitu:
Ø  Kalimat utama terletak di awal paragraf
Ø  Kalimat disusun dari pernyataan umum ke penjelasan

 Contoh paragraf deduktif:             
Pencemaran merupakan masalah yang sulit diselesaikan, karena semua pihak di bumi ini memiliki kepentingan. Perindustrian mempunyai kepentingan untuk mendirikan pabrik. Masyarakat pun mempunyai kepentingan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

 B.      Paragraf induktif
Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.
Ciri-ciri paragraf induktif, yaitu:
Ø  Kalimat utama terletak di akhir paragraf
Ø  Menyebutkan peristiwa khusus
Ø  Menarik kesimpulan di akhir paragraf
Ø  Terdapat kalimat utama, gagasan utama, kalimat penjelas
Ø  Gagasan utama terdapat pada kalimat utama
Ø  Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, serta mendukung gagasan utama

Pola pengembangan paragraf induktif, yaitu:
a)      Paragraf generalisasi, yaitu paragraf yang diawali dengan peristiwa khusus kemudian kesimpulan umum.
b)      Paragraf analogi (persamaan), yaitu paragraf yang membandingkan dua hal.
c)       Paragraf kausal (sebab-akibat), yaitu paragraf yang menempatkan fakta sebagai sebab dan simpulan sebagai akibat atau sebaliknya.

 Contoh paragraf induktif:
a.       Paragraf generalisasi
Keseimbangan tubuh terjaga dengan baik. Stamina meningkat dan badan menjadi sehat. Sehingga,
kesegaran pun selalu kita miliki. Hal itu dapat tercapai apabila kita rajin berolahraga.
b.      Paragraf analogi (persamaan)
Ketika ada seleksi kepengurusan OSIS, Alvina langsung diterima di OSIS tanpa harus mengikuti tes
seperti yang lain. Alvina dianggap akan profesional dan bertanggung jawab juga dalam menjalankan tugasnya nanti, seperti saudara kembarnya Jihan yang sudah masuk OSIS sejak setahun yang lalu dan Jihan dapat profesional serta penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
c.       Paragraf kausal (sebab-akibat)
Yana selalu main game sepulang sekolah. Kalau tidak main game, sepulang sekolah ia nongkrong
bersama teman-temannya. Malamnya pun, Yana selalu nonton televisi atau nonton film hasil downloadnya. Ketika ujian sekolah tiba, Yana benar-benar tidak dapat menjawab soal ujian barang satu pun.
                
Segitu saja pembahasan paragraf deduktif dan induktif dari looktoismifa.blogspot.com. Mohon maaf contoh-contoh paragrafnya singkat. Namun, semoga cukup jelas dan jelas perbedaan antara paragraf satu dengan lainnya. ;)