Rabu, 31 Desember 2014

Paragraf Deduktif dan Induktif

Sebelum kita membahas mengenai paragraf deduktif dan induktif, kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian paragraf. Paragraf itu sendiri adalah begian dari wacana yang berupa kumpulan kalimat, yang penulisannya dimulai dengan menjorok ke sebelah kanan.

 A.      Paragraf deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf.
Ciri-ciri paragraf deduktif, yaitu:
Ø  Kalimat utama terletak di awal paragraf
Ø  Kalimat disusun dari pernyataan umum ke penjelasan

 Contoh paragraf deduktif:             
Pencemaran merupakan masalah yang sulit diselesaikan, karena semua pihak di bumi ini memiliki kepentingan. Perindustrian mempunyai kepentingan untuk mendirikan pabrik. Masyarakat pun mempunyai kepentingan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

 B.      Paragraf induktif
Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.
Ciri-ciri paragraf induktif, yaitu:
Ø  Kalimat utama terletak di akhir paragraf
Ø  Menyebutkan peristiwa khusus
Ø  Menarik kesimpulan di akhir paragraf
Ø  Terdapat kalimat utama, gagasan utama, kalimat penjelas
Ø  Gagasan utama terdapat pada kalimat utama
Ø  Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, serta mendukung gagasan utama

Pola pengembangan paragraf induktif, yaitu:
a)      Paragraf generalisasi, yaitu paragraf yang diawali dengan peristiwa khusus kemudian kesimpulan umum.
b)      Paragraf analogi (persamaan), yaitu paragraf yang membandingkan dua hal.
c)       Paragraf kausal (sebab-akibat), yaitu paragraf yang menempatkan fakta sebagai sebab dan simpulan sebagai akibat atau sebaliknya.

 Contoh paragraf induktif:
a.       Paragraf generalisasi
Keseimbangan tubuh terjaga dengan baik. Stamina meningkat dan badan menjadi sehat. Sehingga,
kesegaran pun selalu kita miliki. Hal itu dapat tercapai apabila kita rajin berolahraga.
b.      Paragraf analogi (persamaan)
Ketika ada seleksi kepengurusan OSIS, Alvina langsung diterima di OSIS tanpa harus mengikuti tes
seperti yang lain. Alvina dianggap akan profesional dan bertanggung jawab juga dalam menjalankan tugasnya nanti, seperti saudara kembarnya Jihan yang sudah masuk OSIS sejak setahun yang lalu dan Jihan dapat profesional serta penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
c.       Paragraf kausal (sebab-akibat)
Yana selalu main game sepulang sekolah. Kalau tidak main game, sepulang sekolah ia nongkrong
bersama teman-temannya. Malamnya pun, Yana selalu nonton televisi atau nonton film hasil downloadnya. Ketika ujian sekolah tiba, Yana benar-benar tidak dapat menjawab soal ujian barang satu pun.
                
Segitu saja pembahasan paragraf deduktif dan induktif dari looktoismifa.blogspot.com. Mohon maaf contoh-contoh paragrafnya singkat. Namun, semoga cukup jelas dan jelas perbedaan antara paragraf satu dengan lainnya. ;)

Rabu, 10 Desember 2014

Informasi Beasiswa DataPrint


Program beasiswa DataPrint merupakan program beasiswa yang diadakan oleh DataPrint. Program beasiswa ini telah memasuki tahun keempat. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2013, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.
Di tahun 2014 sebanyak 700 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu.

Pendaftaran periode 1 : 7 Februari – 30 Juni 2014
Pengumuman                : 10 Juli 2014

Pendaftaran periode 2 : 1 Juli – 31 Desember 2014
Pengumuman                : 12 Januari 2015

PERIODE
JUMLAH PENERIMA BEASISWA
@ Rp 1.000.000
@ Rp 500.000
@ Rp 250.000
Periode 1
50 orang
50 orang
250 orang
Periode 2
50 orang
50 orang
250 orang


Selasa, 29 Juli 2014

Proposal


Saat ini kita cukup sering membuat proposal, terutama ketika sedang membuat suatu acara atau kegiatan yang membutuhkan izin maupun bantuan dari pihak lain. Dengan dibuatnya proposal ini, acara atau kegiatan akan lebih teratur dan lebih resmi. Sekarang, looktoismifa.blogspot.com akan membahas sedikit mengenai proposal.
               
Seperti yang telah disebutkan di atas, proposal adalah suatu kegiatan sebagai usulan tertulis untuk melakukan suatu kegiatan, yang datujukan kepada pihak tertentu.

Tujuan proposal:
Ø  Mendapat izin atau persetujuan
Ø  Mendapat bantuan ( baik berupa dana maupun sarana)

Syarat suatu proposal:
v  Memiliki struktur dan logika yang jelas
v  Hasil kegiatan harus terukur
v  Perumusan jenis kegiatan jelas, inovatif serta terperinci
v  Hubungan kegiatan dengan bantuan yang diajukan harus rasional

Unsur-unsur proposal:
·         Latar belakang
·         Nama kegiatan
·         Tema kegiatan
·         Tujuan
·         Peserta
·         Hasil yang diharapkan
·         Kepanitiaan
·         Alokasi dana
·         Waktu dan pelaksanaan kegiatan
·         Penutup

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat proposal, yaitu:
1)      Dalam latar belakang, diyakinkan mengenai pemilihan kegiatan
2)      Tujuan kegiatan harus jelas
3)      Kepanitiaan
4)      Alokasi dana harus rasional
5)      Pelaksanaan sesuai dengan faktanya

Contoh proposal

Proposal Kegiatan Festival Pentas Seni Dan Budaya

I. LATAR BELAKANG

Seiring perkembangan waktu dan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi serta kurangnya minat dan perhatian para pemuda terhadap seni dan budaya asli milik Indonesia yang semestinya kita lestarikan kini tenggelam di tengah-tengah begitu kuatnya arus budaya asing yang masuk hingga ke pelosok-pelosok desa. Hanya sedikit saja ada seorang remaja ataupun pemuda kita yang bisa membawakan tarian tradisional dan sesuatu yang aneh jika kita menemukan seseorang yang mengenakan batik dalam kesehariannya. Pergeseran adat dan budaya tampaknya telah merubah wajah anak-anak negeri yang lebih memilih budaya asing untuk mereka banggakan. Masuknya budaya barat yang mendapat respon positif dari kalangan remaja tanpa adanya filter dan penyeimbang dari budaya lokal mengakibatkan para remaja, pemuda dan sebagian besar masyarakat mengalami kerancuan dalam memahami dan membedakan antara budaya asli milik Indonesia dengan budaya asing. Melihat kondisi dan fakta di atas pantas kiranya kita memberikan perhatian lebih terhadap permasalahan tersebut dan inilah yang menjadi latarbelakang kami sebagai organisasi Mahasiswa "Indonesia Sosial Komunitas" (INSOSKOM) akan menyelenggarakan kegiatan Festival lintas kampus dan Pentas Seni Budaya 

II. MAKSUD DAN TUJUAN
Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, Indonesia Sosial Komunitas selaku organisasi kepemudaan dan mahasiswa ingin mengadakan acara Festival lintas kampus dan pentas seni budaya yang bertujuan untuk:
A. Untuk memperingati dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Yang Ke 69
B. Untuk melestarikan dan menumbuhkan minat terhadap seni dan budaya asli Indonesia
C. Untuk membangun kebersamaan dan membangun kreativitas para pemuda

III. KEGIATAN
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Pentas seni dan budaya ini akan kami laksanakan pada
Hari      : Minggu
Tanggal :17 Agustus 2014
Waktu  : 10.00 s/d selesai
Tempat : Gedung Aula Universitas BINA KARYA

SUSUNAN ACARA
Terlampir

SUSUNAN PANITIA
Terlampir
IV. ANGGARAN
Terlampir

Contoh Anggaran Proposal Kegiatan

Contoh anggaran proposal kegiatan
Semoga bermanfaat. :)

Karya Ilmiah

Saat ini tugas-tugas di sekolah terkadang harus dituliskan dalam bentuk karya ilmiah. Banyak pula
lomba membuat karya ilmiah. Sehingga, kita sudah harus pasti tahu apa itu karya ilmiah dan bagaimana sistematika penulisan karya ilmiah. Maka dari itu, di looktoismifa.blogspot.com ini akan dibahas sedikit mengenai karya ilmiah. J

Karya ilmiah itu adalah karangan yang disusun dengan metode ilmiah, menggunakan daya nalar dan berdasarkan fakta.

Ciri-ciri karya ilmiah:
Ø  Masalah diungkap secara ilmiah
Ø  Pendapat berdasarkan fakta
Ø  Tulisan disusun secara sistematis dan logis
Ø  Ragam bahasa bersifat lugas

Jenis-jenis karya ilmiah:
·         Laporan
·         Makalah, dimana persoalannya dipecahkan berdasarkan kajian literatur
·         Skripsi, karya ilmiah yang disusun mahasiswa S-1
·         Tesis, karya ilmiah yang disusun mahasiswa S-2
·         Disertasi, karya ilmiah yang disusun mahasiswa S-3

Sistematika penulisan karya ilmiah:
1.       Bentuk popular atau manasuka
Disusun dalam bentuk surat atau essay.
2.       Bentuk semiformal
§  Halaman judul
§  Kata pengantar
§  Daftar isi
§  Pendahuluan
§  Pembahasan
§  Kesimpulan
§  Daftar pustaka
3.       Bentuk formal
§  Judul
§  Lembar pengesahan
§  Kata pengantar
§  Daftar isi
§  Abstrak
§  Bab pendahuluan, yang terdiri atas:
o   Latar belakang masalah
o   Rumusan dan pembatasan masalah
o   Maksud dan tujuan penelitian
o   Manfaat penelitian
o   Metode penelitian
o   Sistematika penulisan
§  Bab kajian teori
§  Bab pembahasan
§  Kesimpulan dan saran
§  Daftar pustaka
§  Lampiran

Unsur-unsur Daftar Pustaka
                Unsur-unsur daftar pustaka dapat disingkat NaTaBuKoBit, yaitu:
ü  Na à Nama pengarang buku, yang dikutip terbalik
ü  Ta à Tahun diterbitkannya buku
ü  Bu à Judul buku, yang ditulis miring atau tegak digaris bawahi
ü  Ko à Kota diterbitkannya buku
ü  Bit à Nama penerbit buku

Contoh daftar pustaka
Nama pengarang buku: Resnick Halliday
Tahun terbit buku: 1991
Judul buku: Fisika jilid 1, 2 (terjemahan)
Kota diterbitkannya buku: Jakarta
Nama penerbit buku: Penerbit Erlangga

Dari data tersebut, maka penulisan daftar pustakanya yaitu seperti berikut:
Halliday, Resnick. 1991. Fisika Jilid 1, 2 (terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga
atau
Halliday, Resnick. 1991. Fisika Jilid 1, 2 (terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga

Namun, yang lebih umum digunakan yaitu yang pertama.

Catatan Kaki
Dalam suatu karya ilmiah terkadang ada yang namanya catatan kaki, yang merupakan keterangan untuk menunjukkan sumber suatu kutipan, pendapat, fakta atau ikhtisar.
Catatan kaki diletakkan di bagian bawah halaman yang sama dengan kalimat yang ditandai. Catatan kaki tidak boleh ditempatkan di halaman yang berbeda dengan kalimat yang ditandai. Jika suatu kutipan, pendapat, fakta atau ikhtisar berada di halaman 30, berarti catatan kakinya pun harus berada di bagian bawah halaman 30.

Contoh catatan kaki
[1] Sidi Gazalba, Maut: Batas Kebudayaan dan Agama (Jakarta: Penerbit Tintamas Indonesia, 1972), 100
[2] Soerjono Soekanto, “Tanggung Jawab Perdata dan Pembantu Dokter,” Kompas, 12 November 1981.